Sunday, April 26, 2009

AS Cemas Taliban dan Al Qaeda Kuasai Senjata Nuklir Pakistan

26/04/09 16:14
Washington (ANTARA/ News)- Senjata nuklir Pakistan saat ini dalam keadaan aman, tetapi Washington "cemas" atas apa yang mungkin akan terjadi jika kelompok gerilyawan Taliban menggulingkan pemerintah itu, kata Menlu AS Hillary Clinton dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News, Sabtu waktu setempat.

Keamanan persenjataan nuklir Pakistan adalah "satu masalah yang kami tetap sangat yakin telah dijamin oleh militer dan pemerintah Pakistan. "Kami telah banyak bekerja selama beberapa tahun belakangan ini mengevaluasi itu," kata Hillary kepada Fox News dalam satu wawancara di Baghdad seperti dikutip oleh AFP.

"Saya kira menurut pemerintah kami adalah senjata nuklir itu aman," katanya menurut transkrip wawancara itu.

"Salah satu dari kekuatiran-kekuatiran terburuk kami yang kami telah kemukakan kepada pemerintah dan militer Pakistan adalah yang terburuk yaitu gerak maju Taliban yang dibantu dan didukung Al Qaidah dan kelompok-kelompok garis keras lainnya menggulingkan pemerintah karena gagal mengusir mereka-- maka mereka memiliki kunci-kunci bagi persenjataan nuklir Pakistan," kata Hillaru.

Lebih dari 1.000 orang tewas dalam gelombang serangan Al Qaidah dan kelompok garis keras yang punya hubungan dengan Taliban di seluruh Pakistan sejak Juli 2007, ketika militer menyerbu sebuah Masjid Merah di Islamabad .

Amerika Serikat, Kamis menyatakan kekuatirannya atas gerak maju Taliban di Pakistan.(*)

2008 Tahun "Paling Mematikan" Bagi Palestina

26/04/09 06:15

Kota Gaza (ANTARA News) - Lebih dari 1.000 warga Palestina tewas pada 2008 di Jalur Gaza dan Tepi Barat sehingga menjadikan 2008 tahun paling mematikan sejak Israel didirikan pada 1948, kata satu kelompok hak asasi manusia, Sabtu.

Sebanyak 820 warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza, sementara 40 orang dibunuh di Tepi Barat, menurut Pusat Palestina untuk Hak Asasi Manusia, organisasi independen yang bermarkas di Gaza.

Sedikit-dikitnya setengah dari mereka adalah warga sipil, termasuk 108 anak, direktur pusat itu, Raji Sourani, mengatakan ketika ia menyampaikan laporan tahunan badan pengawas HAM itu pada media.

Selain itu, 143 warga Palestina, di antara mereka 25 anak dan 13 perempuan, tewas dalam kekerasan antar-warga Palestina tahun lalu, kata Saurani.

"2008 adalah tahun terburuk dan paling mematikan bagi Palestina...sejak 1948", tahun negara Israel didirikan, Sourani mengatakan.

Laporan tahunan sebelumnya yang disiarkan di situs Internet pusat hak asasi manusia itu mengatakan bahwa 394 warga Palestina, termasuk 253 warga sipil, telah dibunuh oleh pasukan Israel pada 2007.

Dan 161 warga Palestina tewas dalam bentrokan di Gaza antara gerakan Hamas dan pendukung setia Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmud Abbas pada Juni 2007, yang berpuncak dengan Hamas merebut kekuasaan di kantung pesisir itu.

Lembaga itu bulan mengatakan bahwa 1.417 warga Palestina -- termasuk 926 warga sipil -- telah tewas dalam serangan Israel Desember-Januari di Jalur Gaza yang diperintah-Hamas.

Badan darurat Palestina menyebutkan jumlah mereka yang tewas dari Operasi Membuat Keunggulan Israel adalah 1.475 orang, termasuk 943 warga sipil.

Namun militer Israel membantah jumlah yang kematian warga sipil dan bersikeras bahwa sebagian besar mereka yang tewas dalam serangannya di Gaza adalah "mata-mata teror".

Militer itu mengatakan bulan lalu bahwa dari 1.166 nama warga Palestina yang tewas dalam serangan itu, 709 adalah "mata-mata teror" dari Hamas dan anggota kelompok lain yang tidak dikenal.

"Selanjutnya, sampai pada pengertian kami bahwa 295 warga Palestina yang tidak terlibat tewas dalam operasi itu, 89 dari mereka di bawah usia 16 tahun, dan 49 dari mereka perempuan," kata militer Israel.

Tigabelas warga Israel, semua kecuali tiga dari mereka tentara, tewas dalam serangan yang ditujukan untuk menghentikan tembakan roket Palestina di Israel selatan yang diluncurkan dari Gaza.

Sementara itu, selama ofensif Israel ke Gaza, dilaporkan 13 warga Israel tewas.(*)

Bentrok di Iran Barat Akibatkan 20 Tewas

26/04/09 05:57
Teheran (ANTARA News) - Sejumlah pria bersenjata telah membunuh 10 polisi Iran dalam serangan di Iran barat, Jumat malam, kantor berita ISNA melaporkan, Sabtu.

ISNA mengatakan 10 "bandit bersenjata" juga tewas dalam bentrokan di provinsi Kermanshah, yang berbatasan dengan Irak dan menampung banyak anggota suku minoritas Kurdi di Republik Islam itu. ISNA tidak memberikan perincian mengenai identitas para penyerang.

Pasukan Iran sering bentrok dengan pemberontak Partai Kehidupan Merdeka Kurdistan (PJAK), cabang Partai Pekerja Kurdistan (PKK). PKK mengangkat senjata pada 1984 untuk berperang guna memdapatkan tanah air merdeka di Turki tenggara.

Di Turki, yang sebenarnya PKK sudah dilarang, tapi mereka masih sering melancarkan serangan dan bentrok dengan pasukan keamanan. Belakangan ini konflik malah makin sering, yang mendorong pasukan Turki untuk melancarkan serangan udara ke wilayah Kurdi di Irak utara, yang diduga menjadi tempat persembunyian pemberontak Kurdi setelah melancarkan serangan di Turki.(*)

Delapan Tewas Dalam Serangan di Parlemen Somalia

26/04/09 05:55

Mogadishu (ANTARA News) - Sedikit-dikitnya delapan orang tewas dan 15 orang terluka ketika anggota milisi menembakkan mortir ke tempat pertemuan parlemen Somalia, Sabtu kata polisi seperti dikutip Reuters.

Belum ada kelompok yang sejauh ini menyatakan bertanggungjawab tapi serangan itu dilakukan satu hari setelah seorang pemimpin oposisi garis keras mengatakan gerilyawan akan terus memerangi pemerintah negara Tanduk Afrika itu.

"Serangan mortir itu terjadi hari ini, ketika sidang parlemen berakhir. Tidak ada korban anggota parlemen tapi delapan orang lain tewas ketika beberapa mortir menghantam beberapa desa di dekat tempat itu," kata wakil komandan polisi Yusuf Hussein Dhumal mengatakan.

Salah seorang yang tewas, dan empat dari mereka yang terluka adalah polisi, katanya.

Para angota parlemen itu mengadakan pertemuan di markas besar kepolisian nasional karena gedung parlemen telah hancur akibat bertahun-tahun pertempuran.

Pemimpin oposisi Sheikh Hassan Dahir Aweys kembali ke Somalia, Kamis, dalam perjalanan pertama yang diketahui sejak Uni Pengadilan Islam-nya dipaksa keluar dari Mogadishu oleh serangan pimpinan-Ehiopia akhir 2006.

Aweys, yang dimasukkan ke dalam daftar terorisme AS karena diduga mempunyai hubungan dengan al Qaida, mengatakan kepada para pendukungnya Jumat, ia hanya akan mengadakan pembicaraan dengan pemerintah ketika penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia pergi.

Ada sekitar 4.300 tentara penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia serta tentara dari Burundi dan Uganda, yang acapkali mendapat serangan mortir dan bunuh diri.

Aweys juga mengatakan pengikut Islam garis keras akan terus memerangi pemerintah Presiden Sheikh Sharif Ahmed.

Ia dan Ahmed pernah memimpin Uni Pengadilan Islam dan kemudian, Aliansi untuk Kebebasan-Kembali Somalia, tepi berselisih ketika Amhmed bergabung dengan pembicaraan yang diperantarai-PBB di Djibouti --yang menempatkannya sebagai presiden.

Aweys, yang tinggal di Eritrea, membantah kelompoknya mempunyai hubungan dengan terorisme.

Beberapa pembantu presiden mengatakan Ahmed telah berusaha untuk mengeluarkan Aweys dari daftar tersangka teroris AS dan membiarkan beberapa kursi kosong dalam perlemen baru yang diperluas untuk Aweys dan partainya jika mereka ingin bergabung dengan pemerintah.

Donor internasional pekan ini telah menjanjikan sedikitnya 213 juta dolar AS untuk mendorong pasukan Somalia menjadi pasukan polisi yang terdiri atas 10.000 personil dan pasukan keamanan dari 5.000 personil.

Para komandan perang menggulingkan diktator Mohammed Siad Barre pada tahun 1991 dan kemudian saling menyerang. Pemerintah Ahmed adalah upaya ke-15 dalam 18 tahun untuk membentuk pemerintah pusat.

Saturday, April 25, 2009

Macan Tamil: Penduduk Sipil Kelaparan

Sabtu, 25 April 2009 | 14:31 WIB

KOLOMBO, KOMPAS.com — Para pemberontak Macan Tamil, Sabtu (25/4), mengatakan, 165.000 penduduk sipil yang tinggal di daerah kecil yang berada di bawah kontrol mereka hampir kelaparan karena kekurangan pangan.

Kelompok pemberontak ini membandingkan situasi yang melanda warga sipil yang terperangkap di zona perang dengan krisis yang terjadi di Darfur.

Di tengah keprihatinan internasional karena warganya terperangkap di zona perang di kawasan perang utara, Pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE) mengatakan dalam pernyataannya bahwa bahaya kelaparan kini mengintai rakyat sipil yang tak bersalah. Macan Tamil juga menuduh Pemerintah Sri Lanka mencegah datangnya pasokan-pasokan pangan.

Macan Tamil, yang kini nyaris mendekati kekalahan setelah mengangkat senjata selama hampir empat dasawarsa, mengatakan, pihak militer mencegah rute darat yang menuju ke daerah-daerah pemberontak. Akibatnya, transportasi laut merupakan satu-satunya alat pengangkutan pangan dan obat-obatan.

"Kami takut jika pengiriman itu ditunda lebih lanjut bisa mengakibatkan krisis yang sama dengan yang dihadapi rakyat Darfur bahkan menyebabkan kematian lebih parah," kata LTTE.

Dalam kaitan itu, LTTE menyerukan kepada PBB dan masyarakat internasional untuk menjamin tidak terkendalanya pasokan-pasokan ke wilayah itu. Namun, belum jelas seberapa banyak orang yang terperangkap di daerah kecil yang dikuasai pemberontak itu. PBB memperkirakan, jumlah penduduk yang terjebak di wilayah perang itu 50.000 orang, sementara pemerintah menyatakan 15.000-20.000 orang.

Macan Tamil menyambut baik rencana kedatangan Ketua Hak Asasi Manusia (HAM) PBB John Holmes, Sabtu malam, ke Sri Lanka. "Kami mempersiapkan suatu dialog konstruktif untuk tujuan mengatasi krisis kemanusiaan," kata pihak pemberontak.


MSH
Sumber : Ant

Konflik Srilangka Telan 6.500 Korban Sipil

25/04/09 06:22
Kolombo (ANTARA News/AFP) - Sebanyak 6.500 warga sipil mungkin tewas dalam pertempuran antara tentara Srilangka dan pemberontak Macan Tamil sepanjang tahun ini, demikian perkiraan PBB.

Beberapa pejabat PBB di Kolombo telah mengedarkan perkiraan itu di kalangan diplomat yang berada di Kolombo.

"Jumlah itu ada dalam dokumen yang diedarkan PBB, tapi dijelaskan bahwa jumlah itu belum dibuktikan," kata satu sumber diplomatik.

Ia mengatakan jumlah korban yang diedarkan PBB itu menunjukkan pula bahwa hampir 14.000 warga sipil terluka sejak pecah pertempuran terakhir dari pertengahan Januari.

Srilangka bersikeras bahwa pasukan keamanannya tidak menargetkan warga sipil dan menuduh Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) telah menahan warga sipil untuk dijadikan perisai manusia. (*)

Friday, April 24, 2009

Tentara Pakistan Diserang di Distrik Yang Dikuasai Taliban

24/04/09 04:10
Islamabad (ANTARA News/Reuters) - Sejumlah pria tak dikenal telah menyerang tentara paramiliter Pakistan yang dikerahkan Kamis ke sebuah distrik yang sebenarnya telah dimbilalih oleh Taliban, satu hari setelah Washington mengatakan Islamabad telah tunduk pada gerilyawan di wilayah itu.

Sekitar 100 tentara paramiliter telah dikirim ke distrik Buner, tidak jauh dari Islamabad, kata polisi. Segera setelah mereka tiba, gerilyawan menyerang konvoi mereka, membunuh seorang polisi yang mengawal mereka, kata Arsala Khan, wakil superintendent polisi.

"Satu pleton Korp Perbatasan telah tiba di Buner untuk membantu polisi menjaga keamanan di distrik itu," kata Khan.

Kekerasan yang meningkat di Pakistan dan meluasnya pengaruh Taliban di bagian baratlaut negara itu telah menghidukan kembali kekhawatiran mengenai stabilitas negara bersenjata nuklir itu, yang sangat penting bagi upaya AS untuk menstabilkan tetangganya Afghanistan.

Setelah gagal menumpas pasukan Taliban di wilayah itu, Presiden Asif Ali Zaedari pekan lalu menyetujui penerapan hukum syariah Islam di Lembah Swat dan daerah sekitarnya meskipun ada kecaman dari negara-negara Barat serta kelompok liberal dan HAM Pakistan.

Menlu AS Hillary Clinton mengatakan, Rabu, pemerintah telah tunduk pada Taliban dengan menyetujui perjanjian Swat, dan menambahkan negara itu sekarang mengajukan "ancaman besar sekali" pada dunia.

Pemimpin para kepala staf gabungan AS, Mike Mullen, telah bertemu dengan pemimpin militer Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani dan beberapa pejabat militer lainnya serta membicarakan masalah keamanan, seorang pejabat militer mengatakan tanpa menyebut nama. Mullen tiba di Pakistan untuk kunjungan singkat Rabu.

Dalam beberapa hari pengumuman pemerintah mengenai penerapan hukum syariah di Swat, 115 Km di baratlaut Islamabad, gerilyawan telah memaksakan jalan mereka ke Buner yang berdekatan, lebih dekat ke ibukota Islamabad. Mereka mengatakan tujuan mereka adalah untuk mendesakkan versi Islam mereka yang keras di negara itu.

Sejumlah warga mengatakan Taliban telah menduduki pos-pos polisi di Buner dan bahwa para petempur yang memikul senjata telah menjelajahi tempat seperti pasar minta orang untuk mendukung upaya mereka menerapkan hukum Islam.


Pasar keuangan

Saham-saham Pakistan ditutup pada level tiga persen lebih rendah Kamis karena kekhawatiran akan meluasnya pengaruh Taliban, kata pialang.

"Investor mengkhawatirkan mengenai masalah Taliban dan khawatir akan kekerasan lagi," kata Tauseek Ladak, seorang pialang di Taurus Securities Ltd.

PM Yousaf Raza Gilani menegaskan kembali Kamis bahwa pemerintah telah menyetujui hukum Islam di Swat atas nasehat sebuah partai sekuler yang memimpin pemerintah provinsi itu, tapi pemerintah dapat meninjau kembali perjanjian tersebut jika perdamaian tidak pulih.

Beberapa polisi yang mendesak pemerintah untuk menerapkan hukum syariah bahkan mulai menyampaikan kekhawatiran mengenai pengaruh Taliban yang bertambah.

"Jika Taliban meneruskan kemajuan mereka pada langkah sekarang ini, mereka akan segera mengetuk pintu Islamabad," Fazl-ur-Rehman, pemimpin Jamiat-e-ulema-e-Islam, partai Islam terbesar negara itu, pada parlemen, Rabu.

Gerilyawan Kamis dini hari membakar tujuh trek yang membawa bahan bakar untuk pasukan Barat di Afghanistan di pinggiran kota Peshawar di Pakistan baratlaut, polisi menambahkan.(Ant)