Monday, March 23, 2009

1.100 Warga Sipil Selamatkan Diri dari Perang di Sri Lanka

23/03/09 04:50

Kolombo (ANTARA News/AFP) - Lebih dari 1.100 warga sipil meninggalkan zona perang di Sri Lanka ketika pasukan pemerintah berusaha melenyapkan pemberontak separatis Macan Tamil, kata militer, Minggu.

Dari 1.150 orang yang meninggalkan daerah-daerah yang dikuasai pemberontak pada Sabtu, 108 orang pergi dengan kapal dan yang lain pergi dengan berjalan kaki melewati hutan, kata militer dalam sebuah pernyataan.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan, Minggu, mereka telah mengungsikan 493 pasien dan keluarga mereka melalui laut dari Puttumattalan menuju kota Pulmoddai di Sri Lanka timurlaut.

Jurubicara ICRC Sarasi Wijeratne mengatakan, Palang Merah juga mengirim obat ke rumah sakit darurat di Puttumattalan, jauh di dalam wilayah yang dikuasai pemberontak, dimana puluhan ribu orang masih terperangkap akibat pertempuran.

Sejak Februari, Palang Merah mengungsikan hampir 5.000 pasien dan keluarga mereka dari Puttumattalan untuk dirawat di daerah-daerah yang dikuasai pemerintah.

Sementara itu, militer mengatakan, mereka telah membunuh dua pemimpin pemberontak di wilayah utara negara pulau itu, dimana gerilyawan Macan Tamil saat ini tersudut. Tidak ada keterangan mengenai korban di pihak pasukan pemerintah.

Belum ada pernyataan segera mengenai hal itu dari Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE), yang menurut pemerintah hampir kalah dalam perang puluhan tahun mereka dalam upaya mendirikan negara Tamil merdeka.

Laporan-laporan independen dari zona konflik hampir tidak bisa diperoleh karena sebagian besar wartawan, pekerja bantuan dan pengamat internasional dilarang memasuki daerah itu.

Sejumlah analis mengatakan bahwa Macan Tamil semakin mendekati kekalahan dan perang akan segera berakhir.

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa telah memperingatkan pemberontak Macan Tamil agar menyerah tanpa syarat atau dibunuh.

"Mereka (Macan Tamil) harus mengizinkan warga sipil pergi dan kemudian menyerah tanpa syarat," kata Rajapaksa.

Militer telah mencapai serangkaian kemenangan, termasuk merebut kembali Kilinochchi, yang diklaim LTTE sebagai ibukota mereka, dan mengusir pemberontak tersebut dari Semenanjung Jaffna.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak LTTE meningkat sejak pemerintah secara resmi menarik diri dari gencatan senjata enam tahun pada Januari 2008.

Pembuktian independen mengenai klaim-klaim jumlah korban mustahil dilakukan karena pemerintah Kolombo melarang wartawan pergi ke zona-zona pertempuran.

Lebih dari 70.000 orang tewas dalam konflik separatis panjang di Sri Lanka itu sejak 1972.

Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.

Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak.

Macan Tamil termasuk dalam daftar teroris yang dikeluarkan AS, Uni Eropa, Kanada dan India, antara lain karena kelompok gerilya itu melancarkan serangan-serangan bom bunuh diri selama perang saudara tersebut.(Ant)

Friday, March 20, 2009

Irak Desak Negara-negara Asing Terima Pemberontak Iran

20/03/2009 18:54
Baghdad (ANTARA News) - Irak menyerukan negara-negara asing menerima para anggota satu kelompok oposisi Iran, yang berpangkalan di Irak selama sekitar dua dasawarsa tetapi masih dianggap Baghdad sebagai kelompok teroris dan menjadi beban tanggungjawab politik.

Para pejabat Irak dan Mujahiddin Rakyat Iran (PMOI) telah bertikai selama bertahun-tahun. PMOI melakukan satu kampanye menuduh pemerintah Irak melakukan penyiksaan terhadap mereka, dan mencap mereka anggota teroris dan pembohong.

PMOI mulai muncul sebagai satu kelompok kiri Islam yang menentang Shah Iran tetapi bertikai dengan para ulama Syiah yang mengambil alih kekuasaan setelah revolusi Iran tahun 1979.

Kelompok ini diizinkan oleh Saddam Hussein beroperasi di Irak, yang berperang dengan Iran tahun 1980-an kurang disenangi oleh pemerintah baru Irak yang dipimpin kelompok Syiah, yang punya hubungan baik dengan Iran yang mayoritas penduduknya penganut Syiah.

"Kami tidak ingin memikul tanggungjawab bagi dosa dari kehadiran satu organisasi teroris di wilayah ini, kata jurubicara pemerintah Irak Ali al Dabbagh kepada Reuters.

"Kami meminta masyarakat internasional mencarikan tempat lain bagi mereka selain Irak," tambahnya.

Belum ada negara yang menyatakan kesediaannya, kata Dabbagh. AS menganggap PMOI satu kelompok teroris, tetapi Uni Eropa setuju mencabut kelompok itu dari daftar organisasi terorisnya setelah masalah hukum yang berlarut-larut.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan memaksa 3.500 anggota PMOI keluar dari pangkalan mereka di Kamp Ashraf di Irak utara adalah melanggar hukum internasional. PMOI mengatakan pasukan Irak telah memukul mereka, menghambat bantuan dan mengepung kamp mereka. Tuduhan-tuduhan itu dibantah Irak.

Ada spekulasi bahwa sebuah pesawat Iran yang tidak berawak yang menurut pasukan AS telah ditembak jatuh di Irak Februari lalu mungkin memantau kegiatan PMOI.

Dabbagh tidak mengkonfirmasikan apakah pesawat yang jatuh itu adalah sebuah pesawat kecil atau dari mana ia datang, tetapi mengatakan Irak memiliki kepentingan untuk memelihara hubungan baik dengan Iran. (Ant)

Thursday, March 19, 2009

Perang Berkobar, AL Sri Lanka Selamatkan 640 Warga Sipil

19/03/09 03:13
Kolombo (ANTARA News/Reuters) - Angkatan Laut Sri Lanka menyelamatkan lebih dari 640 orang yang meninggalkan zona perang di negara pulau itu dengan menggunakan kapal-kapal kecil, sementara gerilyawan Macan Tamil memberondongkan tembakan ke arah mereka, kata militer, Rabu, namun puluhan ribu warga sipil masih terperangkap di daerah konflik.

Militer Sri Lanka mengepung gerilyawan Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) di zona yang hanya 28 kilometer persegi di kawasan timurlaut negara pulau itu dan berusaha mengakhiri pemberontakan separatis mereka yang telah berlangsung lebih dari 25 tahun.

Sedikitnya 18 pemberontak tewas dalam pertempuran terakhir di zona perang yang kian menyusut, kata seorang pejabat militer, Rabu.

Badan anak PBB UNICEF mengatakan, ratusan anak termasuk diantara 2.800 warga sipil yang tewas dalam pertempuran-pertempuran sejauh ini, dan mereka memperingatkan bahwa lebih banyak orang lagi terancam bahaya. Pemerintah menyebut angka itu belum terbukti kebenarannya.

PBB mengatakan pekan lalu, Macan Tamil menahan dengan paksa ribuan orang di dalam zona perang dan memaksa mereka berperang atau membuat pertahanan.

LTTE menyatakan, orang-orang itu tinggal di sana atas kehendak mereka sendiri. Hampir 44.000 orang pergi dari daerah konflik sepanjang tahun ini, 5.000 orang diantaranya sejak Sabtu.

Pada Rabu, 643 orang yang menggunakan 35 kapal kecil meninggalkan sebuah zona bebas tembakan setelah pasukan AL memburu kapal-kapal LTTE yang melepaskan tembakan ke arah mereka, kata jurubicara militer Brigjen Udaya Nanayakkara. Macan Tamil belum bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka mengenai hal itu.

Nanayakkara mengatakan, pasukan telah menemukan mayat 18 gerilyawan Macan Tamil pada Selasa, dan pertempuran berkobar lagi Rabu.

Badan bantuan kemanusiaan CARE mengatakan, salah seorang pekerjanya tewas pada Selasa di zona bebas tembakan.

Sejumlah analis mengatakan bahwa Macan Tamil semakin mendekati kekalahan dan perang akan segera berakhir.

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa telah memperingatkan pemberontak Macan Tamil agar menyerah tanpa syarat atau dibunuh.

"Mereka (Macan Tamil) harus mengizinkan warga sipil pergi dan kemudian menyerah tanpa syarat," kata Rajapaksa.

Militer telah mencapai serangkaian kemenangan, termasuk merebut kembali Kilinochchi, yang diklaim LTTE sebagai ibukota mereka, dan mengusir pemberontak tersebut dari Semenanjung Jaffna.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak LTTE meningkat sejak pemerintah secara resmi menarik diri dari gencatan senjata enam tahun pada Januari 2008.

Pembuktian independen mengenai klaim-klaim jumlah korban mustahil dilakukan karena pemerintah Kolombo melarang wartawan pergi ke zona-zona pertempuran.

Lebih dari 70.000 orang tewas dalam konflik separatis panjang di Sri Lanka itu sejak 1972.

Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.

Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak.

Macan Tamil masuk dalam daftar teroris yang dikeluarkan AS, Uni Eropa, Kanada dan India, antara lain karena kelompok gerilya itu melancarkan serangan-serangan bom bunuh diri selama perang saudara tersebut.(*)

Thursday, March 12, 2009

Ratusan Warga Sipil Tinggalkan Zona Perang Sri Lanka

12/03/09, 02:27,
Kolombo (ANTARA News/Reuters) - Hampir 400 warga sipil menyelamatkan diri dari zona perang Sri Lanka yang kian mengecil, sementara seorang menteri pulih kesadarannya setelah terluka dalam serangan bom bunuh diri yang dituduhkan pada pemberontak Macan Tamil yang tersudut, kata sejumlah pejabat, Rabu.

Militer Sri Lanka mengepung gerilyawan Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) di zona yang hanya 37 kilometer persegi di kawasan pantai timurlaut Sri Lanka dan berusaha mengakhiri perang separatis itu.

Pasukan membunuh 16 gerilyawan LTTE dalam pertempuran Selasa dan Rabu, kata jurubicara militer Brigjen Udaya Nanayakkara.

Macan Tmail belum bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka mengenai hal itu. Situs pro-LTTE www.TamilNet.com mengutip seorang pejabat pemberontak yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan, kelompok gerilya itu Selasa meledakkan enam posisi artileri angkatan darat sekitar 18 kilometer di belakang garis perang, dan menewaskan 50 prajurit dalam serangan tersebut.

Nanayakkara membantah berita itu dan mengatakan, "Kami tidak mungkin membiarkan senjata-senjata itu berada dalam posisi yang bisa diserang. Mereka terlindungi dengan baik bahkan ketika mereka jauh dari pertempuran."

Selasa, pasukan menerima 378 warga sipil Tamil yang menyelamtkan diri, sehingga jumlah pengungsi menjadi 1.054 sejak Jumat, katanya. Hampir semua dari 38.900 orang yang melarikan diri dari zona perang sepanjang tahun ini datang dalam gelombang besar-besaran pada awal Februari ketika pasukan mencapai sebuah zona lama bebas tembakan.

Saat ini masih ada puluhan ribu orang yang terperangkap di dalam zona perang. Badan-badan bantuan, kelompok hak asasi manusia dan pemerintah mendesak LTTE berhenti menggunakan mereka sebagai tameng manusia.

Pemerintah mengatakan, 70.000 orang sipil masih berada di zona perang, sementara Palang Merah menyebutkan angka 150.000.

Macan Tamil bersikeras bahwa orang-orang itu tinggal di sana atas kehendak mereka sendiri dan menuduh pemerintah membom warga sipil, namun militer membantah hal itu.

Sementara itu Menteri Pos dan Telekomunikasi Mahinda Wijesekara hari Rabu dilepas alat bantu hidupnya namun tetap berada dalam perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Kolombo. Ia termasuk diantara 35 orang yan gterluka dalam ledakan bom di luar sebuah masjid di Godapitiya yang dituduhkan pada LTTE.

Serangan itu ditujukan pada kelompok enam menteri yang sedang memperingati Maulid Nabi. Wijesekara adalah satu-satunya menteri yang terluka dalam serangan itu.

Sejumlah analis mengatakan bahwa Macan Tamil kini mendekati kekalahan dan perang darat akan segara berakhir.

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa telah memperingatkan pemberontak Macan Tamil agar menyerah tanpa syarat atau dibunuh.

"Mereka (Macan Tamil) harus mengizinkan warga sipil pergi dan kemudian menyerah tanpa syarat," kata Rajapaksa.

Badan-badan bantuan mengatakan, sekitar 250.000 orang terperangkap di zona perang, namun pemerintah mengatakan bahwa jumlah mereka hanya sekitar separuh dari angka tersebut.

Rajapaksa, yang memimpin parade militer di Kolombo, ibukota Sri Lanka, memuji kemajuan militer akhir-akhir ini ke arah kemenangan atas apa yang disebutnya sebagai "organisasi teroris paling kuat di dunia".

Militer telah mencapai serangkaian kemenangan, termasuk merebut kembali Kilinochchi, yang diklaim Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) sebagai ibukota mereka, dan mengusir pemberontak tersebut dari Semenanjung Jaffna.

Sejak pemerintah Sri Lanka pada Januari tahun lalu menarik diri dari gencatan senjata sponsoran Norwegia, pasukan keamanan meningkatkan upaya-upaya untuk menguasai lagi wilayah utara yang masih dikuasai Macan Tamil.

Pada Juli lalu, pemimpin angkatan darat, Letjen Sarath Fonseka mengatakan, pasukannya telah melenyapkan duapertiga dari kekuatan militer Macan Tamil dan konflik itu sedang "mendekati titik peralihan".

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak LTTE meningkat sejak pemerintah secara resmi menarik diri dari gencatan senjata enam tahun pada Januari 2008.

Pembuktian independen mengenai klaim-klaim jumlah korban mustahil dilakukan karena pemerintah Kolombo melarang wartawan pergi ke zona-zona pertempuran.

Lebih dari 70.000 orang tewas dalam konflik separatis panjang di Sri Lanka itu sejak 1972.

Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.

Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak.(*)

Tuesday, March 10, 2009

Enam Menteri Srilanka Nyaris Tewas Dibom

Selasa, 10 Maret 2009 | 15:56 WIB

COLOMBO, SELASA- Sepuluh orang tewas dan 20 lainnya luka-luka ketika sebuah bom bunuh diri meledak di antara kerumunan orang yang sedang berdiri di luar masjid untuk merayakan hari raya Muslim, Maulid Nabi, di Srilanka, Selasa (10/3).

Menurut pejabat militer Srilanka, di antara korban luka itu adalah seorang menteri, tetapi tidak disebutkan namanya.

Menteri Perminyakan Srilanka HM Fowzie yang berada di lokasi kejadian menduga, target peledakan itu adalah enam menteri yang sedang berjalan kaki dalam sebuah prosesi menuju masjid untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. "Pelaku bom bunuh diri mencoba membunuh kami, tetapi kami melarikan diri," katanya.

Menurut Fowzie, dirinya terpercik darah dan serpihan daging setelah bom meledak di belakang rombongan menteri. "Jalanan penuh dengan mayat dan darah," katanya.

Siaran televisi independen, Sirasa, menunjukkan, seorang pria berjubah putih dan berpenutup wajah turut serta dalam iring-iringan sebelum terjadi ledakan. Begitu ledakan terjadi, orang berlarian ke sana kemari.

Sejumlah orang, termasuk polisi terlihat mengangkat tubuh Menteri Pos dan Telekomunikasi Mahindra Wijesekra yang terluka ke dalam sebuah van.

Ahmed Nafri (29) yang sedang berjalan ke arah masjid ketika ledakan terjadi menyatakan, "Saya mendengar suara keras dan kemudian saya melihat orang-orang bergelimpangan dengan tubuh penuh darah dan luka."


MSH
Sumber : AP

Friday, March 06, 2009

Sri Lanka Tawarkan Jalan Aman Bagi Warga Sipil di Zona Perang

06/03/09 05:08
Kolombo (ANTARA News/AFP) - Sri Lanka hari Kamis menawarkan sebuah jalan aman baru bagi ribuan warga sipil yang terperangkap di zona perang negara itu, sementara seorang pekerja Palang Merah lokal tewas ketika membantu para pengungsi meninggalkan daerah tersebut.

Sekretaris Kementerian Luar Negeri Palitha Kohona mengatakan, pemerintah telah mengumumkan jalan aman bagi warga sipil untuk keluar dari daerah yang masih dikuasai pemberontak Macan Tamil di wilayah timurlaut negara pulau itu.

"Satu jalan akan menuju ke utara melewati Chalai, sementara jalan yang lain akan mengarah ke selatan melewati kota Mullaittivu," kata Kohona, yang menambahkan bahwa Komite Internasional Palang Merah (ICRC) telah diminta ikut serta untuk membantu warga sipil menggunakan jalan keluar yang aman itu.

Pengumuman pemerintah itu disampaikan ketika ICRC mengatakan bahwa salah seorang pegawainya yang membantu pengungsian warga sipil dari zona konflik tewas terkena peluru pada Rabu.

"Salah satu pekerja pria kami tewas akibat hantaman peluru pada Rabu sore," kata jurubicara ICRC Sarasi Wijeratne, yang mengidenfitikasi korban sebagai Vadivel Vijayakumar, seorang etnik Tamil.

"Meski terjadi insiden malang ini, ICRC akan tetap berada di daerah konflik dan terus melakukan pekerjaan kemanusiaan kami," katanya.

Wijeratne mengatakan, tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu, yang terjadi setelah Vijayakumar membantu korban-korban sipil yang cedera naik sebuah feri ICRC yang akan membawa mereka ke tempat yang aman.

Militer memperkirakan, sekitar 70.000 orang masih terperangkap di dalam zona perang, sementara 36.000 warga sipil mencari perlindungan di daerah-daerah yang dikuasai pemerintah.

Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa telah memperingatkan pemberontak Macan Tamil agar menyerah tanpa syarat atau dibunuh.

"Mereka (Macan Tamil) harus mengizinkan warga sipil pergi dan kemudian menyerah tanpa syarat," kata Rajapaksa.

Badan-badan bantuan mengatakan, sekitar 250.000 orang terperangkap di zona perang, namun pemerintah mengatakan bahwa jumlah mereka hanya sekitar separuh dari angka tersebut.

Rajapaksa, yang memimpin parade militer di Kolombo, ibukota Sri Lanka, memuji kemajuan militer akhir-akhir ini ke arah kemenangan atas apa yang disebutnya sebagai "organisasi teroris paling kuat di dunia".

Sejumlah analis mengatakan bahwa Macan Tamil kini mendekati kekalahan dan Rajapaksa menyatakan perang darat akan berakhir dalam beberapa hari lagi.

Militer telah mencapai serangkaian kemenangan, termasuk merebut kembali Kilinochchi, yang diklaim Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) sebagai ibukota mereka, dan mengusir pemberontak tersebut dari Semenanjung Jaffna.

Sejak pemerintah Sri Lanka pada Januari tahun lalu menarik diri dari gencatan senjata sponsoran Norwegia, pasukan keamanan meningkatkan upaya-upaya untuk menguasai lagi wilayah utara yang masih dikuasai Macan Tamil.

Pada Juli lalu, pemimpin angkatan darat, Letjen Sarath Fonseka mengatakan, pasukannya telah melenyapkan duapertiga dari kekuatan militer Macan Tamil dan konflik itu sedang "mendekati titik peralihan".

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak LTTE meningkat sejak pemerintah secara resmi menarik diri dari gencatan senjata enam tahun pada Januari 2008.

Pembuktian independen mengenai klaim-klaim jumlah korban mustahil dilakukan karena pemerintah Kolombo melarang wartawan pergi ke zona-zona pertempuran.

Lebih dari 70.000 orang tewas dalam konflik separatis panjang di Sri Lanka itu sejak 1972.

Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.

Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi utara dan timur yang dikuasai pemberontak.(*)

Tentara Sri Lanka Bunuh 33 Macan Tamil Dalam Pertempuran Baru

06/03/09 01:37

Kolombo (ANTARA News/AFP) - Pasukan pemerintah telah menembak mati sedikitnya 33 pemberontak Macan Tamil dan melukai banyak orang lagi dalam pertempuran baru yang meletus di Sri Lanka timur laut, Kamis, kata militer.

Pemberontak Macan Tamil telah meningkatkan serangan terhadap tentara di daerah pantai Chalai, tapi pasukan keamanan memukul mundur serangan itu dan menemukan sejumlah besar hasil tangkapan senjata, jurubicara militer Brigadir Jenderal Udaya Nanayakkara mengatakan.

"Kami menemukan 33 mayat teroris dan 33 senapan serbu otomatis serta beberapa senjata lainnya dan amunisi," kata Nanayakkara. yang menambahkan bahwa pasukan keamaman telah mengkonsolidasikan posisi mereka di daerah itu.

Pemberontak Macan Tamil telah tersudut di sebuah jalur tanah sempit di distrik pantai Mullaitivu.

Militer mengatakan pihaknya mengharapkan akan mengalahkan samasekali pemberontak Macan Tamil April, untuk mengakhiri konflik 37 tahun itu.(*)